Wah, ada pizza unik di Cimahi, mau coba?

Pizza lovers? Tapi bosen sama pizza yang gitu-gitu aja? Kalian harus coba nih, di Cimahi ada tempat yang menjual pizza yang super unik nih guys. Penasaran?
Jadi, tempat yang menjual pizza yang super duper unik ini adalah Coffee N’ Friends. Nah makin kepo kan Coffee N’ Friends tuh tempat apasih? Tempat semacam Pizza Hut atau Domino’s Pizza kah? Dan dimana sih si Coffee N’ Friends itu berada? Coffee N’ Friends adalah sebuah cafe yang memiliki konsep menarik dan tempat yang cozy banget nih guys buat nongkrong-nongkrong. Pokoknya pas banget deh buat nongkrong bareng temen, keluarga, pacar, dan gebetan.
Di Coffee N’ Friends ini nih mereka punya menu yang ikonik banget dan dijamin kalian gak akan menemukan menu ini di cafe lain bahkan di kedai pizza seperti Pizza Hut dan Domino’s pizza pun gak ada lho. Dan pizza unik ini adalah Volcano Pizza.

Volcano Pizza adalah pizza yang dibuat menggelembung dan membentuk balon besar, unik banget kan? Volcano Pizza ini tersedia untuk semua pilihan topping ya guys, dan Coffee N’ Friends sendiri menawarkan banyak topping yaitu ada margaritha, smoke beef, smoke chicken, supreme, black-o supreme, tuna, American favourite, meat lover, spicy chicken, spicy tuna, seafood, dan beef papperoni. Dan kalo kalian bosen dengan topping pizza yang asin, Coffee N’ Friends juga menawarkan topping manis yang ga akan kalian temukan di tempat lain nih seperti banana honey dan chocobanana. Wah banana lovers pasti suka deh sama dua pilihan

topping manisnya! Eitsss ada yang unik juga nih disini, buat kalian yang pengen makan pizza tapi lagi diet, Coffee N’ Friends punya solusinya karena Coffee N’ Friends punya healty pizza yang toppingnya ini salad lho guys.

Selain Volcano Pizza, Coffee N’ Friends juga punya jenis pizza yang lain yaitu jenis crunchy dan calzone. Pizza crunchy adalah pizza bundar khas italia seperti yang kita ketahui dan sering kita jumpai di kedai-kedai pizza yang lain. Sedangkan pizza calzone adalah pizza yang dilipat membentuk setengah lingkaran dan diberi topping didalamnya. Pizza calzone ini juga unik lho yaaa. Dan buat kamu yang gak suka pizza atau lagi pengen makan makanan selain pizza, gausah khawatir! Coffee N’ Friends juga menjual jenis makanan lain kok guys. Untuk harganya dijamin gak akan bikin kantong kalian kering deh, mulai dari Rp.25.000 sampai Rp.60.000 aja.
Nah sekarang udah makin penasaran kan? Yuk langsung aja datang ke Coffee N’ Friends di Jl. Encep Kartawiria No.165 Kota Cimahi atau bias kunjungi Instagram @coffeenfriends.

Advertisements

Tarot sebagai “Second Opinion”

Selama ini memang orang mengenal tarot sebagai media meramal. Beberapa menganggap sebagai permainan belaka atau iseng aja. Namun ada juga yang menjadikan tarot sebagai Second Opinion.

well kalau mau jujur kata2 “second opinion” ini justru didapat dari salah satu temen tarot juga.

Second opinion berarti opini kedua alias masukan lah buat orang itu. Disini aku sebagai tarot reader pengen menjelaskan kenapa orang malah justru butuh masukan melalui media tarot.

Orang2 yang sedang kebingungan ketika berhadapan pada beberapa pilihan dalam hidupnya. Bukannya gak berusaha mereka sebetulnya sudah berusaha hanya saja kondisi yg ada membuat mereka bingung tentang keputusan terbaik yang harus dibuat. Bisa juga karena mereka pernah salah memilih jadi bener2 ekstra hati2 untuk membuat satu keputusan. Dari berbagai pengalaman dan klien2 yg berkeluh kesah mereka sebetulnya sdh ada dasar feeling ttng pilihan yg ada. Hanya karena berada dalam kondisi terdesak inilah buat mereka sulit membuat satu keputusan.

Dengan dibukakannya Tarot mereka ingin tahu sebetulnya jika mereka memilih pilihan A seperti apa dan pilihan B seperti apa?

apakah harus nurut sama apa yang keluar di kartunya?NO! bahkan saya malah meminta mereka buat keputusan sendiri. ketika dibukakan kartu Tarot pun hanya sebagai gambaran. Pada intinya dengan apa yang keluar dari kartu dan mereka memilih salah satu pilihan yang ada berarti siap menanggung resiko dari pilihan tersebut.

Resiko?iyes setiap pilihan didalam hidup itu tetap looh ada resiko (masa’ yg enak2 mulu kalo itu mah dita juga mauuu).

oke deh itu tadi sekilas pembahasan tentang tarot biar nggak lagi melulu anggap tarot itu klenik anggap itu ramal aja padahal bisa lebih dari itu dah. tunggu postingan unik selanjutnya yaa…

Liburan Ala Anak2ku

Liburan panjang sekolah biasanya anak2 lain udah ngebet pengennya ngajak pergi ke tempat2 wisata. Ke pantai lah, ke gunung lah, ke air terjunlah dll. Kalau anak2ku?Aah entah mereka gak terlalu menuntut buat jalan2 kemana gitu.

Terakhir anak2ku terbilang liburan ke pantai pas mancing bersama juga mandi di pantai (lih. postingan Mancing Maniaa) itupun pas masih ada motor dua (karena yang punya motor belum balik dari kampung halaman dia jadi kami pinjam dulu dah). Setelah itu nggak lagi dah pergi ke mana2.

Ke mall? hm…kalau anak2 nggak terlalu dah suka ke mall. Terlebih si anak gadis Fath phobia sama eskalator. Jadi bersiaplah buat ketawa kalo lihat kaki dia gemetar didepan eskalator. Duh jangan dah kasihan…tiap orang kadang punya phobianya masing2.

Entah mereka lebih nyaman ada di rumah. Terakhir yang bikin ajib mereka dapat tawaran jualan bakso bakar lagi. Dulu pun mereka jualan juga tapi yang bikin akhirnya vakum agak lama nggak jualan bakso bakar lagi. Baru2 ini dia jualan bakso bakar dan meminta anak2ku buat kerja lagi di tempat dia. Ada satu cerita lucu kenapa si pembuat maunya anak2ku yg jualan terutama Fath dan Anty (kalo Indri belum boleh jd dia di rumah). Rupanya karena dagangannya justru laris kalo dipegang anak2ku. Memang pernah dicoba yang jualan orang lain anehnya gak laku.

Jadilah di sisa liburan terakhir mereka jualan dari jam 14.00 sampe jam 19.00 (kalau belum habis bisa sampe jam 21.00 baru mereka minta dijemput pulang). Aku gak pernah menghardik mereka buat memahami keadaan ortu terus kerja buat meringankan beban ortu. BIG NO! Atau aku melarang mereka kerja karena takut nanti kena apa2.

Justru aku mempersilahkan mereka buat bekerja, mendapatkan pengalaman berhadapan dengan situasi, kondisi serta orang2 diluar sana. Keuntungannya mereka dapat gaji dan nggak perlu bolak balik mimta duit ke ortu. Memang aku dan suamiku sepakat untuk membiarkan mereka bekerja selama tidak mengganggu sekolahnya, karena pengalaman bertransaksi jual beli tidak didapat di sekolah tapi justru di luar sekolah. Tanpa disadari juga mereka jadi belajar sendiri bagaimana memanage keuangan mereka.

Aku dan suamiku nggak mau mencetak anak2 manja. Jadi dari bekerja sambilan ini lah melatih kemandirian mereka. Liburan sekaligus dapat duit dikit2 buat uang jajan mereka juga.

Lapak Tak Terlihat

Bukan lagi ngomongin soal pasar gaib sih tapi memang lagi ngomongin soal pasar beneran. Masih ada hubungannya dengan orang di postingan Pasien “Coba-coba” Part 1 dan 2.

Usai ngobatin pasien yang lama itu, ada orang lain pengen ketemu sama suamiku. Ngobrol agak lama yang intinya dia punya masalah sama usahanya. Punya lapak di pasar masih di daerah Pulo Baai yang kata dia sepi. Termasuk cerita lainnya yang mengatakan bahwa ada bau kencing lah nggak ada yang beli lah.

Sesaat suamiku terdiam. Aku pun ikut diam tapi sambil membuka kartu tarotku. Suamiku langsung bilang bahwa hasil analisanya memang ada yang usil kirim jin ke lapak ini. Kartu tarotku pun menunjukkan hasil yang sama. Akhirnya untuk penyelidikan lebih lanjut, kami berdua dan pemilik lapak sepakat buat ke pasar tempat dia jualan. Satu catatan bahwa kami nggak usah dijemput jadi biar tampak alami pura2nya kami memang pembeli.

Di satu waktu aku dan suamiku berangkat ke pasar itu. Hanya berbekal petunjuk dia bahwa lapak jualannya dekat dengan penjual daging ayam dan penjual santan. Semakin bikin kesel karena udah sore, bentar lagi buka puasa, tapi lapak yang dimaksud gak ketemu juga mana udah bolak balik muterin pasar.

“Beli minyak sekalian dah.”
“lhoo beli disini bang?”
“iyalah katanya minyak habis.”

Ikutin kata suami ajalah beli minyak goreng disini. Barulah muter lagi dan cari lapaknya…eh malah ketemu. Nah yang bikin heran disini bukannya aku sama suami dah ngelewatin lapak ini 2 kali tapi kok tadi gak nampak ya? Suamiku sudah paham dengan kasus lapak tak nampak ini memang satu2nya cara harus dengan beli sesuatu dulu di pasar itu. Baru lapak yang dicari jaid kelihatan. Aneh memang tapi kata suamiku itu wajar dan sudah banyak kasus.

ngobrol sebentar yang intinya meminta pemilik lapak cari Tai Besi. Singkat cerita lah ya dapat dah Tai Besi nya, itu semacam bekas dari besi yang diolah di pandai besi. Lalu diinisiasi atau diberi energi khusus sama suamiku. Tai Besi ini setidaknya harus di sebar di sekitaran lapak untuk membuat jin itu pergi dulu. Sekaligus penetralan juga.

Sempet lama nggak terdengar kabar dari pemilik lapak ini. Bahkan lebaran lewat dah. Malah aku yang iseng bertanya ke suami. Barulah suami menanyakan ke si pemilik lapak. Memang si pemilik belum berjualan lagi setelah lebaran.

“kalau nanti berjualan lagi intinya jangan tidur diatas lapak jualan. itu namanya mematikan usaha sendiri. satu lagi, kalau usaha yang serius juga jangan setengah2.”

Itulah pesen suamiku dan si pemilik lapak agak kaget. memang aku sempet bertanya kenapa eh kok ngomong begitu?

“dia sendiri jualan tapi nggak niat, sayang.”
“ih abang kok tahu?”
“Tahu lah apa sih yang abang nggak tahu?” kali ini sambil mencoba mencubit dagu ku. Khas bercandaan dia banget.
“Ih gombal…”
“emang kalo dah nikah kayak begituan gombal?”

Aku hanya diem aja emang udah kalah kalo urusan beginian sama suami. Selang satu minggu aku nggak ikut suami healing di tempat pasien yang biasanya (sampe dicari kemana ini dita dah, karena khasnya kami berdua kalo pas healing). Suami rupanya ketemu lagi sama si pemilik lapak tapi dia diam saja (menurut cerita dia mungkin udah ogah kali ya). To the point si pemilik lapak bilang ingin penglarisan. Nggak pake ABCD udah jelas ditolak sama suamiku.

“pemalas itu namanya, sayang. Usaha ya usaha merasakan jerih payahnya jatuh bangunnya itu lebih baik dan lebih enak kedepannya.”

Iya deh sudah kuduga kalau pada akhirnya si pemilik lapak malah minta penglarisan. Ditolak jelas karena suamiku hanya bisa bantu netralin bukan malah kasih penglarisan ke dia.

END
NB : Sengaja tidak ada foto demi menjaga privasi orangnya karena ini kisah nyata.

Mancing Maniaa

Hiburan di Bengkulu bukan nge mall sih meski memang ada mall disini. Lebih banyak yang suka wisata alam daripada sekedar belanja di mall.

Sekaligus ngajak anak2 jalan2 sih kasihan juga libur sekolah yang panjang nian malah di rumah mulu. Jadilah mancing di laut. Tujuan pertama kami di pantai Lentera Merah.

Indri ikut ayahnya, Anty Ikut Mamanya. Menuju ke pantai Lentera merah. Sebelum masuk lokasi kami sempetin beli umpan udang hidup yess udang hidup pemirsa harga 30 ribu udah dapet banyak. Anak2 memang suka mancing juga jadi nggak susah ngajak mereka mancing.

Angin bertiup lumayan kenceng di pantai ini. Cuma berapa meter kok jaraknya dengan pelabuhan Bengkulu ini. Awalnya semangat bener mancing. Tapi lama kelamaan mereka lebih tertarik main di pantainya ketimbang mancing. Mana nggak bawa baju ganti lagii aah sudah lah….

Sayangnya cuaca makin nggak bersahabat malah adanya badai. Jadilah kami pergi dari pantai Lentera merah. Oh ya perjalanan pulang maupun perjalanan berangkat ke pantai Lentera Merah ini seru bener. Apalagi yang suka Offroad atau yang mau langsing boleh dicoba wkwk (untuk Dita nggak tambah langsing ya ntar Bang Zain bingung loh–bojoku kok tambah langsing ngene).

Kami coba ke Pulo Baai yang dekat tempat pasien Bang Zain. Iseng bener mancing eh anak2 ketagihan gegara 2 kali dapet ikan kecil 1 kali dapet kepiting. Dita bukannya dapet malah dikerjain sama kepiting melulu hhhaa…yang bikin Indri seneng bukan ikannya tapi umang-umang. Itu tuh keong apalah yang bentuknya kerucut kudu ditiup2 baru mau keluar dari cangkangnya.

Baru sore jam 3 lah kami pulang ke rumah. Fath bagian masak ikan kecil2 sama kepiting. Entah rasanya gimana tuh ikan yang makan anak2 semua wkwk yang terpenting semua hepi, karena besok2 bakalan jarang2 ngajak anak buat piknik begini dah.

NB : Modal bawa bekal makan, roti sama udang hidup buat umpan.

Kue Tat Khas Bengkulu

Mungkin udah banyak kali ya pada bahas soal kue Tat ini eh serius bukan kue Tart tapi kue Tat (moga telinga ini nggak salah denger tapi search google memang iya kok namanya Kue Tat).

Kue yang bentuknya kayak Pie ini (atau memang pie kali ya hehe entah deh), memang makanan khas Bengkulu. Lho kok iso?Aku wae lagek ngerti kok. Maklum Plat H alias masih Semarangan belum bener2 move on ke Plat BD alias ke Bengkulu. Di tengahnya tak lain adalah selai nanas pemirsa!! Pantes rasanya enak bener.

Pernah sekali merengek dikit lah ya minta sama suami dibelikan ini. Sekalinya beli eh langsung wajahnya agak gimana gitu.

“Lah napa bang?”Tanyaku.
“satu ini harganya 20 ribu.”Jawabnya.
“Weleeh mahal dah…duuh maaf deh besok nggak beli nggak tahu bener asli dah kan dita nggak maksain abang beli.”Kataku.
“Iya abang kan dari dulu nggak pernah beli ya nggak tahu kalo harganya segitu.”Kata abang, santai.

Iya ngerasa bersalah bener lah mana tahu kalo kecil segitu harganya 20 ribu. Lagian bukan dalam rangka ngidam emang suka aja sih. Tapi ya udahlah kapok bener buat minta dibeliin lagi mending nunggu gratisan aja kali ya hehe (dasar mental gratisan!!).

Bagian bawah kue ini kayak bakpao gitu dah. ada kertasnya entah mungkin maksudnya biar gak nempel di loyang kali ya tapi seringkali kertas ini kumakan. Gegara kesel kalo tiap kali makan musti kudu lepas kertasnya. Lagian pura2 santai aja seolah kertas ini emang bisa dimakan. Paling ntar sakit perut sih…(Dasar Dita!!).
Oke dah baru kali ini suka sama kue khas Bengkulu.

Pasien “Coba-coba” Part 2

Setelah proses inisiasi ke dalam air mineral selesai, suamiku memijat bagian kaki dan tangan. Nggak asal memijat memang ada tekniknya tersendiri. Beberapa kali pula melakukan gerakan tertentu. Setahuku memang gerakan ini memuat satu energi untuk setidaknya membuat badan si pasien lebih ringan (nggak terus asal aja jadi hanya dilakukan sama yang sdh paham yaa).

Kalau sudah terakhir biasanya sesi ngobrol2, ini ngomongin soal apa yang bisa diminum atau dimakan sama si pasien ini. untuk pasien yang ini memang sangat disarankan madu hitam dan tentunya ini madu asli doong. Madu hitam memang beda dengan madu buatan pabrikan dimana madunya justru pahit (dan dita sdh pernah nyobain satu sendok langsung wueek). Udah gitu harga perbotolnya juga nggak main2 bisa di angka 100 ribuan lebih. Tapi…alami iya dong panen dari lebah di hutan langsung.

Suamiku Bang Zain juga meminta ibu ini membuang semua obat2an yang pernah dikasih sama dokter. Untuk sementara waktu memang ibu ini dianjurkan tidak puasa dulu. Meski boleh2 aja sih puasa karena dikhawatirkan badannya yang nggak kuat selama proses pengobatan ini.

Lalu gimana dengan diagnosa dokter?nggak ada yang tepat mengena. Justru karena konsumsi obat2an berlebih (iyalah sehari 30 butir obat) itulah jantungnya jadi kena. Belum lagi ginjalnya juga kena. Akibatnya seperti aliran darah ke otak juga sempat terhambat dan mengakibatkan ibu ini mengeluh pusing kepala seperti berputar-putar.

Anak2nya ada yang mengeluhkan sebetulnya sudah sejak lama mereka meminta ibunya membuang semua obat2an tsb. Karena dosis dan jumlahnya yang aneh. Tapi ibunya yang menahannya karena merasa nanti nggak sembuh kalau nggak minum obat itu. Padahal obat2an itu bahan kimia semua. Gimana rasanya badan dimasukin bahan2 kimia yang disebut obat itu dengan jumlah banyak?

Belum lagi obat itu kan pasti ada aturannya apakah sesudah makan?atau sebelum makan?atau berjarak 1 jam dari obat2an yang sudah diminum? Sementara suamiku pula mendapat petunjuk disaat shalatnya bahwa ibu ini memang suka pilih2 kalau makan. akibat apa? dari dokter yang pernah mendiagnosa dirinya kena diabetes. Padahal bukan diabetes dan berlebihan dalam menanggapinya dengan jarang makan. Akibatnya asupan makanan kurang dan timbul penyakit lain di lambungnya. Jadilah ibu ini ngeluh perutnya kadang perih juga.

Sampai saat ini, ibu ini masih dalam proses pengobatan dan yaah kalau sudah begini mau bagaiamana lagi? Menyesal karena dulu sudah menelan pil banyak pun bukan solusi. Pesan Bang Zain intinya selalu kasih asupan makanan yang bergizi dan nggak perlu pilih2 makanan. Madu hitam memang harus tiap hari diminum. Sehari sekali itu sudah cukup karena fungsinya supaya aliran darah lancar.

Nb : Sejauh ini sdh ada perkembangan sedikit demi sedikit dan proses pengobatan tetap dilanjut.